Surat Untuk Mas Menteri


Yth. Bapak Menteri Pendidikan Republik Indonesia
di
    Jakarta         

            Izinkan saya untuk menyampaikan dan memberikan pesan kepada Mendikbud melalui Surat Elektronik (Surel) ini selama pandemi Covid-19 terutama hal yang berhubungan Proses Belajar  di rumah (BDR). Semoga Surel ini bermanfaat untuk kami dan seluruh guru di tanah air.

Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri kepada Medikbud. Saya adalah guru di SMP Negeri 2 Senayang Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Saya memegang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Bapak Mendikbud yang terhormat, Selama BDR berlangsung banyak sekali kelemahan dan kekurangan yang kami rasakan selaku guru dan siswa. Terutama hal yang menyangkut penguasaan teknologi informasi dan jaringan internet.

Saya mengajar sekolah di pulau Kecil yakni Desa Rejai Kecamatan Bakong Serumpun Lingga. Saya memiliki siswa sekitar 161 orang. Siswa kami berpencar-pencar dan tidak satu daratan. Bahkan ada pulau tempat siswa tinggal tidak memiliki akses internet, mereka juga tidak memiiki laptop dan android untuk melaksanakan BDR.

Bapak Mendikbud yang kami banggakan, untuk bapak ketahui,  sebelum pandemi Covid-19, siswa saya setiap hari datang ke sekolah menggunakan pompong dan harus menempuh sekitar 1 jam perjalanan laut, terkadang mereka harus berhadapan dengan gelombang tinggi ketika musim angin selatan.

Meski banyak sekali kelamahan dan kekurangan yang kami rasakan selama proses BDR berlangsung terutama di pulau kecil, namun proses BDR tetap kami laksanakan sebagaimana mestinya sesuai instruksi dan anjuran dari Kemendikbud.

Jujur bapak Mendikbud yang saya banggakan, tidak semua siswa bisa kami jangkau apalagi siswa kami berpencar di beberapa pulau. Dan ada sebagian mereka belum memiliki perangkat belajar pendukung pandemi Covid-19, yakni Laptop dan Handphone. Karena perangkat inilah yang paling mendukung di saat pandemi ini.

Namun bapak Mendikbud yang terhormat,  saya terkadang meminta kepada siswa yang memiliki Handphone untuk memberitahukan kepada siswa yang tidak bisa kami jangkau dan tidak memiliki perangkat pendukung selama BDR. Mereka ini membantu saya untuk menyampaikan pesan dan tugas yang saya berikan kepada siswa.  

Dan siswa kami belum siap menghadapi proses BDR di rumah. Banyak sekali yang harus dibenahi dan diperbaiki. Sekolah saya mengajar cukup berbeda dan tidak sama di daerah-daerah yang sudah maju dan akses informasi mudah dan jaringan internternya lancar. Karena kami berada di daerah pulau kecil dan jauh dari keramaian.

 

 

Namun, pandemi Covid-19 telah memberikan kita banyak pelajaran berarti yang selama ini tidak terpikirkan oeh kita. Terutama kita harus kita menghadapi era teknologi inforamasi dan perubahan zaman yang begitu cepat.

Oleh karena itu, di akhir surat singkat ini saya berharap kita sudah siap menghadapi bencana-bencana non alam seperti saat ini. Sehingga ketika sekolah di rumahkan, kita sudah siap menyambutnya. Para guru, siswa, orangtua pun tidak kaget dan gaptek ketika diminta belajar dan bekerja di rumah.

 

Demikian surat ini saya sampaikan. Meski tidak masuk dalam nominasi, saya sudah merasa senang dapat menyampaikan hal-hal penting kepada mendikbud terutama sekolah di pulau terpencil dan terluar selama proses belajar saat Pandemi Covid-19.


Penulis Ahmad Yani, S.Pd.I

             

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Surat Untuk Mas Menteri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel