Kisah Pilu Nenek Sebatang Kara, Sakit-sakitan sampai Tak Pernah Keluar Rumah
Jumat, Agustus 28, 2020
Add Comment
Sumiati (81) sudah sekitar lima tahun menderita sakit. Ia tidak bisa melihat dan tidak bisa berjalan. Selama itu pula ia tidak pernah keluar dari rumahnya yang berada di Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Dikutip dari liputan6.com (27/8/2020), Sumiati tinggal seorang diri di rumah yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Rumah yang berada di lahan perkebunan itu bersebelahan dengan rumah sang adik, Supinah (71). Sehari-hari Supinah lah yang merawat Sumiati.
Dalam rangkaian kegiatan HUT Polwan ke-72, rombongan Polisi Wanita memberikan bantuan kepada dua nenek kakak beradik ini. Keduanya pun tak bisa menyembunyikan kebahagiannya dan sempat menangis haru.
1 dari 3 halaman
Keduanya Sakit
©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Sementara Sumiati tidak dapat berjalan dan melihat, Supinah memiliki permasalahan dengan lambungnya dan mengaku sering pusing.
Lantaran rombongan Polisi Wanita ini menyerahkan bantuan kepada Sumiati (81) sang kakak, yang sudah sekitar lima tahun tidak bisa melihat dan tidak bisa berjalan. Sedangkan sang adik bernama Supinah (71), selama ini sering pusing dan sakit lambung.
"Bantuan sosial ini kami lakukan dalam rangka rangkaian kegiatan HUT Polwan ke-72," terang Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas.
Ia dan rombongan menyerahkan bantuan kursi roda untuk Sumiati, juga Kasur, bantal, guling, dan bedcover. Serta alat makan, pakaian, selimut hingga paket sembako berisi beras, minyak goreng, mi instan dan telur ayam.
"Kami berikan kursi roda karena melihat Ibu Sumiati tidak pernah keluar rumahnya. Kami berikan kursi roda agar Ibu Sumiati bisa menghirup udara segar," lanjutnya.
2 dari 3 halaman
Dinding Rumah Banyak Lubang
©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Kakak adik itu juga diberi selimut supaya pada malam hari tidak kedinginan. Pasalnya, keduanya tinggal di rumah yang dinding-dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan sudah banyak yang berlubang.
"Melihat keadaan kedua ibu ini, kita harus bersyukur dengan keadaan kita sekarang. Sebab ternyata masih banyak orang yang jauh kurang beruntung dibanding kita," ujar alumni Akpol tahun 2005 itu.
Wakapolres Lamongan sendiri mengaku sudah dua kali mengunjungi kediaman Sumiati dan Supinah.
"Mungkin apa yang saya berikan tidak banyak membantu mereka. Namun, saya berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka," lanjutnya.
3 dari 3 halaman
Belum Pernah Menikah
©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Selama hidupnya, Sumiati belum pernah menikah. Semenjak sakit sekitar lima tahun lalu, ia menggantungkan hidupnya dari bantuan para tetangga.
Sementara itu, Supinah juga sering mengeluhkan pusing dan memiliki penyakit lambung. Meski demikian, sang adik masih bisa membantu kakaknya menjalani kehidupan sehari-hari.
Suami Supinah sudah meninggal dunia. Sementara anaknya bekerja sebagai kuli bangunan di luar kota. Kakak beradik ini hidup dalam keterbatasan di rumah masing-masing. Dua rumah yang terletak di sebuah lahan perkebunan itu terbuat dari bambu dan seng.




0 Response to "Kisah Pilu Nenek Sebatang Kara, Sakit-sakitan sampai Tak Pernah Keluar Rumah"
Posting Komentar