Kisruh Sertifikasi Penceramah, Tagar #BubarkanMUI Trending Twitter

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, KH Cholil Nafis mengatakan jika penceramah tersertifikasi, maka harus ada pembayaran atau biaya yang dikeluarkan. Hal tersebut sama seperti guru sertifikasi.



Menurut Cholis Nafis, untuk penceramah sebaiknya diserahkan ke masyarakat. Masyarakatlah yang mengundang, menyiapkan acara, dan berbagai hal lain.


Akibatnya pernyataan ini, MUI banyak mendapatkan perhatian netizen. Mereka juga menggaungkan tagar #BubarkanMUI.


“>Giliran ada vaksin baru, cepet banget nyuruh² sertifikasi halal sambil bawa² ayat dan umat. Giliran mulutnya disertifikasi, sendirinya malah ogah.


Ganti aja jadi MUJI alias Majelis Ulama Jarkoni Indonesia! 😤😤


#BubarkanMUI,” tulis akun @riziqdivist.


“#BubarkanMUI


Kenapa Takut kalau disertifikasi dilakukan


Emang anda berbuat salah makanya gk terima.


Selagi anda selalu berbuat benar untuk ummat. Sertifikasi itu hnya sebagai acuan saja


Tapi kala anda memang takut keciduk dengan acuan berceramah tsb. Maka anda benar2 ingin…?,” ujar akun @xintoleransi.


Sebelumnya, Menteri Agama RI Fachrul Razi berencana akan membuat program sertifikasi penceramah bagi semua agama. Tujuannya agar menghasilkan penceramah berwawasan kebangsaan serta menjunjung tinggi ideologi Pancasila, serta pencegahan paham radikal di rumah ibadah, seperti dikutip dari CNN Indonesia.


Program sertifikasi penceramah bagi semua agama akan dimulai bulan ini. Pada tahap awal bakal ada 8.200 orang akan mendapatkan sertifikasi penceramah. Program penceramah bersertifikat ini diberlakukan untuk semua agama. Meski demikian, penyelenggaraan program tersebut sengaja tidak digelar secara mengikat oleh Kemenag. 


Sumber: Bertuahpos

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Kisruh Sertifikasi Penceramah, Tagar #BubarkanMUI Trending Twitter"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel