Revisi UU ASN Dinilai Buang Energi, Honorer K2 Fokus ke PPPK Saja
![]() |
| Para honorer K2 mendesak pemerintah segere menerbikan NIP PPPK hasil seleksi tahap pertama Februari 2019. Foto: dok pribadi for JPNN.com |
JAKARTA - Para tenaga honorer K2 diminta bersikap rasional melihat semangat DPR RI membahas RUU revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara).
"Lebih baik honorer K2 fokus pada rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) saja. Capek kalau ikuti revisi UU ASN, banyak sandiwaranya," kata Said Syamsul Bahri, pengurus honorer K2 Pekanbaru, Riau, kepada JPNN.com, Rabu (3/6).
Sudah pengalaman sejak 2017, revisi UU ASN tidak ada kemajuan apa-apa. Padahal energi yang terbuang cukup banyak.
Said yang sudah lulus PPPK ini berharap, pembahasan regulasi PPPK bisa dituntaskan secepat mungkin.
Mengingat status 51 ribuan honorer K2 yang lulus seleksi PPPK Februari 2019 silam, hingga saat ini masih menggantung.
Saat ini, seluruh PPPK memantau perkembangan pembahasan Perpres Gaji dan Tunjangan yang tengah berjalan.
"Kami dapat informasi tahapannya masih harmonisasi ke masing-masing menteri setelah dari Kemenkumham. Setelah itu kembali ke Setneg dan kalau sudah diteken seluruh menteri, baru presiden teken," tuturnya.
Said berharap, mekanismenya tidak stag karena Perpres tentang Jabatan yang Dapat Diisi PPPK sudah terbit sejak 11 Maret 2020.
"Memang pengangkatan ASN dari honorer K2 banyak sandiwaranya. Mulai dari penerbitan PP Manajemen PPPK pada November 2018 dan rekrutmen PPPK tahap satu pada Februari 2019. Semuanya serba kilat. Giliran penetapan NIP dan SK super lambat. Mudah-mudahan sandiwara ini cepat berakhir. Kami sudah capek menunggu," pungkasnya.
sumber : https://m.jpnn.com/amp/news/revisi-uu-asn-dinilai-hanya-sandiwara-honorer-k2-fokus-ke-pppk-saja

0 Response to "Revisi UU ASN Dinilai Buang Energi, Honorer K2 Fokus ke PPPK Saja"
Posting Komentar